Dilema Becak Motor, antara perut dan safety

Minimalis (safety)

Mas bro sekalian tentunya sudah pernah melihat becak mangkal di pasar2 atau pinggir2 jalan bukan?kendaraan roda tiga ini adalah kendaraan khas Indonesia serta identik dengan kawulo alit yang hidupnya serba sederhana. Becak sudah menjadi simbol ketidakadilan selama berpuluh2 tahun. Akan tetapi pada beberapa tahun belakangan ini becak mengalami sedikit modifikasi demi alasan produktifitas.

Becak yang selama ini memakai “tenaga nasi pecel”, sekarang lebih banyak yang beralih ke tenaga mesin. Becak jenis ini kemudian disebut Becak Motor atau Bentor. Seperti tampak pada gambar di atas, hanya bagian pedal saja yang mengalami perubahan sedangkan untuk jok penumpang tidak tersentuh sama sekali. Hal inilah yang membuat MD penasaran untuk menggali informasi seputar safety dari Bentor itu sendiri.

Pada beberapa kota, keberadaan bentor telah dilarang tapi entah kenapa di mojokerto bentor masih melenggang dengan santainya. Dari sisi desain saja bentor sudah jauh dari kata safety. Banyak sekali bentor yang tidak dilengkapi dengan lampu rem dan sein belakang (apalagi bagian depan). Selain itu aplikasi pemasangan rem yang hanya di bagian belakang, rawan sekali memicu terjadinya Lock-Braking pada ban belakang. Yang lebih parah lagi adalah tidak adanya alat pengaman pada jok untuk penumpang. Bisa dibayangkan jika adanya benturan maka akan berakibat fatal pada penumpangnya.

Penertiban Bentor di salah satu kota

Ketika MD bertanya pd salah satu abang bentor, dia dengan santainya bilang, “yo yaopo maneh mas, iki gawe ngeke’I mangan anak bojoku nang omah. Lek masalah iku wes ndugo ae mas ga onok opo2 lan selamet terus” (ya mau gimana lagi mas, ini jg untuk menafkahi anak istri di rumah. Kalo masalah safety, cukup berdoa saja mas semoga tidak terjadi apa2 dan terus selamat),,WTF???!?

Ketika MD bertanya pada salah satu teman di Dinas Perhubungan, dia berkata jika selama ini tidak ada laporan mengenai bentor jadi tidak bisa untuk ditindak. Alangkah baiknya jika petugas dari Dishub, Kepolisian dan perwakilan dari abang bentor duduk semeja untuk membicarakan solusi terbaik untuk kita semua.

Apa harus menunggu jatuh korban jiwa terlebih dahulu supaya bentor tersebut bisa ditertibkan? Bagaimana jika korban itu adalah salah satu kerabat dari mas bro..

Bukankah mencegah lebih baik daripada bertindak setelah jatuh korban…

Monggo dishare pendapat mas bro sekalian…

# bonus penampakan bentor (yang mungkin agak) safety #

13 thoughts on “Dilema Becak Motor, antara perut dan safety

  1. wehhhh,…. urusan perut emang susah sob,… apapun caranya kadang tetap di indahkan meski harus berurusan dengan nyawa sekalipun,….

  2. setuju bro, pemerintah dan kepolisian harus duduk bersama, mencari solusi yang terbaik. Misalnya pemerintah memberikan fasilitas agar becak motor ini didesain dengan memenuhi kriteria safety riding …. mereka melakukan itu karena demi keluarganya ….

  3. tiba2 kepikiran nih bro, moga didengar para atpm besar…….

    saya sih penginnya ada motor laki murah dari SUZUKI, KAWASAKI, YAMAHA, BAJAJ, hOoNda, dll untuk para tukang ojek disana,
    ga perlu fitur yang neko2 macam SKS, RDB, radiator, DOHC, digital spido, led lamp, dan fitur2 mubazir lainnya

    yang penting tahan banting, mumpuni diajak nanjak extreme, kualitas bagus, 3S spare part murah dan gampang, tangki awet, power mesin cukup gede utk dipake ditanjakan pegunungan yg sering dipake tukang ojek ato rakyat2 kecil lainnya

    kira2 begini speknya:
    kalo bisa harga 15jt-an sampai under 18jt aja
    150cc 4tak SOHC, 20 PS, manual clutch,torsi bawah gede, karbu (kalo bs injeksi)
    rangka besi tubular standar no coak
    sok belakang stereo
    lengan ayun aluminium
    lampu standar bulat klasik
    spido analog standar aja
    model tangki dibuat agak rata, agar bisa dipake naikin barang bawaan yg kecil
    tutup tangki model ninja, biar air ga gampang masuk!
    rem depan cakram, belakang tromol
    pelk jari-jari aja
    desain moncong knalpot mancung keatas, antisipasi banjir gede bo..

    mungkin spek ini lebih bisa diterima kalangan rakyat kecil, terutama para ojeker di daerah pegunungan tinggi yang banyak tanjakan

    sebenernya dah ada thunder 125, sayang cc-nya cuma 125cc.
    dan pulsar 135 hanya 135cc

    ato bisa juga ngambil dari basis mesin vixion/byson/satria FU yg udah 150cc

    moga2 aja ada yang mau dengar!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s