Biker vs Global Warming

Saat pulang dari kantor tadi MD melihat awan mendung sudah mulai menghiasi langit yang selama ini putih bersih. Memang MD sedikit bersyukur karena dengan adanya mendung itu, sinar matahari akan sedikit terhalangi dan hawa akan menjadi lebih sejuk sehingga akan ada sedikit kemajuan pada program pemutihan kulit MD.:mrgreen:

Sejuuk bin adeeeeem

Akan tetapi jika kita flashback akan kejadian pada tahun lalu dimana bencana banjir menghampiri hampir di semua tempat di negeri ini saat musim penghujan tiba maka rasa senang itu hilang seketika. Jika mas bro merasakan, pada saat sekarang ini sudah jauh berbeda dengan kondisi di masa lalu. Sekitar 3 tahun lalu saat siang hari, tidak akan sepanas sekarang ini dan apabila hujan tidak akan menimbulkan banjir dimana2. Akan tetapi sekarang kekeringan dan banjir seakan menjadi langganan si setiap tahunnya.

Mas bro semua tentu sudah mengetahui tentang isu pemanasan global yang sudah sejak beberapa tahun ini gencar dibicarakan bukan?tentunya MD tidak akan menjelaskan secara panjang lebar tentang pemanasan global itu sendiri (karena jika terlalu panjang kasihan ibu2nya dan jika terlalu lebar kasihan bapak2nya:mrgreen: ). Pemanasan global adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut dan permukaan bumi. Pada satu dekade terakhir suhu rata2 bumi ini telah naik sebesar 1 °C dan pada tahun 2100 nanti diperkirakan akan mencapai 7 °C jika kita tidak berusaha untuk memperbaiki kualitas lingkungan sekitar kita . Bisa dibayangkan betapa panasnya hidup dengan lingkungan bersuhu 40 °C❗❗ .

Menurut data yang MD dapatkan dari Badan Pusat Statistik Republik Indonesia menunjukkan peningkatan progresif jumlah kendaraan roda dua tersebut. Pada 2006, jumlah kendaraan roda dua adalah 33.413.222 buah. Pada 2007, jumlah ini bertambah menjadi 41.955.128 buah. Kemudian pada 2008, jumlah sepeda motor mencapai angka 47.683.681 buah dari total jumlah kendaraan bermotor sebanyak 65. 273.451 buah. Berdasarkan data tersebut, fakta ini tentu berkorelasi linier dengan jumlah gas emisi karbon yang dihasilkan sepeda motor. Menurut data dari RETA Asian Development Bank, pada tahun 2015 diprediksikan kendaraan bermotor menghasilkan emisi gas polutan sebanyak 4.461.898 ton per tahun dengan tingkat kenaikan emisi karbon 3.68 persen tiap tahun.

Memang benar jika motor menghasilkan gas emisi yang jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan alat transportasi lainnya akan tetapi angka pertumbuhan motor yang semakin menggila tiap tahunnya maka bisa dipastikan biker akan menjadi salah satu penyebab utama rusaknya planet kita ini. Sebenarnya ada beberapa cara sederhana untuk mengurangi hal itu. Cara yang paling mudah adalah mengurangi penggunaan motor itu sendiri.

Nggowes bareng aku yuuk

Jika mas bro hendak membeli sesuatu di toko yang berjarak dekat dari rumah, tidak ada salahnya jika berjalan kaki atau “nggowes” bukan. Tidak saja membuat badan kita lebih sehat, hal itu juga turut mendukung program pelestarian lingkungan. Selain itu jika memungkinkan, lebih baik apabila kita menggunakan transpostasi umum jika hendak bepergian kemana2. Tentunya hal ini harus diimbangi dengan kualitas transportasi itu sendiri. Suatu hal yang tidak akan terwujud jika tidak ada peran aktif dari pemerintah selaku pembuat regulasi di negeri ini.

Apabila dengan terpaksa kita menggunakan motor kemana pun mas bro pergi, ada beberapa tips yang bisa digunakan untuk menjaga bumi ini tetap hijau.

1. Gunakan lah pertamax pada motor.

2. Servis berkala motor

3. Jangan menggunakan knalpot free-flow

4. Matikan mesin jika berada di lampu merah.

Sesuai dengan anjuran pemerintah, penggunaan pertamax akan mengurangi efek dari gas emisi sepeda motor. Pembakaran yang menggunakan pertamax akan semakin sempurna dan menghasilkan gas CO2 lebih banyak daripada pembakaran mesin dengan bensin biasa yang lebih banyak menghasilkan gas CO. Gas CO2 dapat diserap oleh tumbuhan hijau untuk kemudian di ubah menjadi Oksigen. Sedangkan gas CO lebih bersifat racun dan bisa mebuat badan lemas jika terhirup. Penggunaan pertamax ini akan lebih sempurna jika didukung oleh kondisi mesin yang masih dalam keadaan terawat.

Hindari Knalpot Free-flow

Demi mendukung isu pemanasan global, knalpot motor produksi baru pasti dilengkapi dengan sebuah penyaring layaknya filter pada sebuah rokok, cmiiw. Jika kita mengganti knalpot itu dengan model free-flow maka dipastikan seluruh emisi gas biang akan dengan bebasnya terbuang ke udara. Selain mengganggu kenyamanan orang lain dengan bunyi yang keras, hal itu juga berakibat kurang baik untuk mesin motor itu sendiri. Mematikan mesin pada saat lampu merah mungkin bisa menjadi sedikit solusi. Meskipun hanya berkisar antara 1-2 menit, jika hal ini dilakukan oleh 1 juta orang maka berapa besar polusi yang berkurang pada saat itu??

MD berharap pemikiran bahwa pemanasan global itu adalah urusan pemerintah, bisa segera dihilangkan dari setiap pikiran mas bro semua. Jika kita tidak memulai pada diri sendiri maka gembar-gembor dari pemerintah akan sia.

Save Our Earth

Lets save our earth….

9 thoughts on “Biker vs Global Warming

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s