Batu, Kerikil, Pasir dan Secangkir Kopi

Bagi sebagian orang, hari jumat merupakan hari terakhir kerja dimana akhir pekan yang indah bersama orang2 yang spesial sudah di depan mata. Tentunya menghabiskan akhir pekan bersama keluarga atau kekasih merupakan hal yang paling indah bukan??

Perfect Weekend

Akan tetapi jika mas bro adalah seorang Workaholic, ada baiknya mas bro membaca sebuah cerita yang MD dapat dari mbah gugel di bawah ini..

Ada seorang profesor disebuah universitas pada suatu sore memulai kelas dengan membawa sebuah wadah yang terbuat dari kaca, batu, kerikil dan pasir halus serta secangkir kopi. Saat itu murid-muridnya tidak mengerti maksud sang profesor, hanya mengamati gerak-geriknya saja. Ia mulai dengan mengambil wadah transparan yang terbuat dari kaca, kemudian mulai mengisi wadah dengan batu-batu satu persatu.Setelah hampir penuh ia berteriak kepada muridnya,”sudah penuh?” dengan canda tawa para murid berteriak,”Ya, sudah mulai penuh,” sambil bertanya-tanya apa yang akan dilakukan sang profesor.

Kemudian dia mulai memasukkan kerikil kecil diantara batu tersebut. Sambil bertanya,”sudah penuh?” dijawab oleh para murid,”ya, sudah penuh”.

Kemudian profesor memasukkan pasir halus kedalam wadah tersebut dan menggoyang hingga tercampur antara pasir, kerikil dan batu. Dia menunjukkan wadah yang dipenuhi oleh pasir-pasir halus sambil bertanya,”dimana batu-batuan dan kerikilnya?” para muridnya menjawab,”tidak kelihatan”.

Sang profesor duduk, dan menjelaskan, “batu-batu ini menggambarkan hal-hal yang penting menurut anda seperti Agama, keluarga, kesehatan anda, anak-anak anda dan seterusnya”. ”Kerikil ini adalah hal-hal penting kedua yang anda anggap berharga seperti pekerjaan, uang, mobil, rumah dan seterusnya”, jelas profesor. Kemudian beliau menambahkan lagi, ”pasir-pasir halus ini adalah hal-hal kecil lain diluar dari batu dan kerikil dalam hidup anda.”

“Jika anda memasukkan pasir terlebih dulu, maka anda tidak punya ruang untuk batu dan kerikil. Semakin anda fokus dengan hal-hal sepele, maka, ruang, energi dan waktu untuk hal yang besar akan habis.” jelas profesor. Kemudian seorang mahasiswa bertanya, “terus kopi itu artinya apa Prof ?”. Sambil mengakhiri kuliahnya, profesor menjawab, “jangan lupa meluangkan sedikit waktu untuk secangkir kopi bersama sahabat”.

Mari kita semua introspeksi selama ini, atau paling tidak selama seminggu terakhir ini apakah kita sudah menggunakan waktu kita dengan benar dan efektif? ataukah justru waktu kita terbuang hanya karena hal2 sepele?

Gunakan waktu sebaik-baiknya atau waktu itu sendiri yang akan mengatur anda..

Selamat berakhir pekan dengan keluarga….

6 thoughts on “Batu, Kerikil, Pasir dan Secangkir Kopi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s