Kecelakaan bukan hanya karena human error!!

Faktor Human Error hampir pasti menjadi “kambing hitam” atas terjadinya sebuah kecelakaan di jalan raya. Akan tetapi apakah mas bro pernah melihat dari sisi lain akan penyebab terjadinya kecelakaan itu sendiri. Ada pihak yang menurut MD jauh lebih bertanggung jawab akan tingginya angka kecelakaan. Dalam hal ini adalah Pemerintah selaku pihak yang berwenang mengatur segala sesuatu yang terjadi di negeri ini.

Laka Lantas

Menurut hemat MD, ada beberapa point pemberat kenapa Pemerintah seharusnya menjadi pihak yang lebih dominan atas terjadinya kecelakaan, yaitu :

1. Kondisi jalan yang mayoritas rusak dan berlubang

Menurut data yang MD peroleh dari situs Kompas.com, kondisi jalan yang masih layak pakai hanya sekitar 49,67% dari keseluruhan jalan yang terdapat di Indonesia. Itu berarti lebih dari separo jalan di Indonesia rusak (rusak sedang 33,56 persen, rusak ringan 13,34 persen dan rusak parah 3,44 persen). Bisa dibayangkan betapa berbahayanya jalanan di Indonesia bagi seorang biker.

Prihatin

Suatu saat ketika terjadi kecelakaan di daerah sekitar rumah MD, ada oknum aparat yang berwenang berkata, “salah sendiri ga hati2, hawong sudah tau jalannya rusak kok masih ga hati2”  #goendoelmoe. Apakah mas bro mengetahui jika sebenarnya kita berhak mengajukan tuntutan kepada pemerintah atas terjadinya kecelakaan karena kerusakan fasilitas umum. Hal ini diatur pada Undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

Pasal 273 ayat (1):
”Setiap penyelenggara jalan yang tidak dengan segera dan patut memperbaiki jalan yang rusak yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas sebagaimana yang mengakibatkan pasal 24 ayat (1) sehingga menimbulkan korban luka ringan dan atau kerusakan kendaraan dan atau barang dipidana dengan penjara paling lama 5 bulan atau denda paling banyak Rp 12 juta.”
Pasal 273 ayat (2):
”Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud ayat (1) mengakibatkan luka berat, pelaku dipidana dengan pidana paling lama satu tahun dan atau denda paling banyak Rp 24 juta”.
Pasal 273 ayat (3):
”Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan orang lain meninggal dunia, pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahu atau denda paling banyak Rp 120 juta”.
Pasal 273 ayat (4):
”Penyelenggara yang tidak memberi tanda atau rambu pada jalan yang rusak dan belum diperbaiki sebagaimana dimaksud Pasal 24 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 bulan atau denda paling banyak Rp 1,5 juta”.
(dikutip dari berbagai sumber)

2. Jumlah kendaraan bermotor yang semakin banyak

Entah ingin mengeruk penghasilan sebesar-besarnya atau demi HAM, yang jelas pemerintah dengan mudahnya memberikan ijin kepada semua ATPM untuk menggelontorkan produk2 mereka kepada masyarakat Indonesia. Menurut data yang MD peroleh dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukkan jumlah populasi kendaraan bermotor di Indonesia hingga 2010 lalu mencapai 50.824.128 unit dimana sekitar 60-65 persen dari jumlah tersebut adalah Sepeda Motor.

#tepok jidat

Dengan semakin “gemuk”nya industri otomotif di Indonesia, konsumen lah yang akan menjadi korban karena di lain pihak pemerintah tidak membangun jalan yang sesuai dengan rasio pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor.

3. Kemudahan memperoleh SIM

Syarat mutlak diperbolehkannya seseorang menggunakan kendaraan bermotor di jalan raya adalah apabila sudah mempunyai SIM. Tentunya sudah menjadi rahasia umum jika ada beberapa cara untuk bisa memperoleh SIM yakni cara normal, cara cepat dan cara kekeluargaan. MD yakin mas bro semua sudah familier dan mengetahui bagaimana mekanisme dari masing2 cara tersebut.

Akan tetapi kemudahan tersebut menjadi bumerang bagi kita semua. Semakin banyak pengendara yang kemudian mengabaikan pedoman keselamatan di jalan dan bisa membahayakan pengendara lain. Selain itu, kelonggaran dalam penerapan sanksi terhadap pelanggaran2 juga ikut andil dalam menciptakan kesemrawutan jalan. Hal ini bisa dilihat dari semakin menjamurnya para 4L4Y yang mayoritas adalah anak SMP dan SMA di jalanan. Apakah seumuran mereka sudah bisa untuk mendapatkan SIM?

Jangan dicontoh

Monggo di share pendapat mas bro semua tentang beberapa hal tersebut sambil mempersiapkan untuk aktifitas hari ini…

17 thoughts on “Kecelakaan bukan hanya karena human error!!

  1. Salam hangat mas MD

    justmyimage
    kenapa di tv jarang banget acara dialog yg membincangkan kondisi jalan di indonesia..biar pemerintah mudeng ..ramenya saat lebaran saja sama artis yg tertimpa musibah di jalan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s