Ketika Kepala hanya berharga 80 ribu perak…!?!! (part-2)

Monggo dipilih

Gambar di atas mungkin MD rasa paling tepat pilihan kita akan kemungkinan terburuk yang bisa menimpa kita semua di jalan raya. Helm mungkin hanyalah sebuah benda, akan tetapi benda tersebut bisa menjadi dinding pemisah antara hidup dan mati.

Di seluruh dunia ini ada beberapa lembaga yang melakukan pengujian terhadap sebuah helm dan mengelurkan sertifikasinya, mulai dari Snell, DOT (Departmen Of Transportation) US, E2205 atau ECE 22-05 European Standart, Auto-Cycle Union : Gold or Silver Badge yang dikeluarkan oleh BSI (British Standart Institute) sampai dengan SNI ala Indonesia.

Snell Approved

Pada artikel ini, MD akan membahas beberapa tes yang dilakukan oleh Snell selaku lembaga penentu standar keselamatan helm tertinggi di dunia, cmiiw, dalam menentukan standar..

Standar Test Snell

1. Test tumbukan

Test Tumbukan

Seperti tampak pada gambar, helm tersebut ditempatkan pada suatu alat yang terbuat dari besi dengan beberapa bentuk alas tumbukan seperti besi rata, besi hemisphere, bentuk lonjong, bentuk segitiga, bentuk acak dan menyerupai tapal kuda.

Hal ini dimaksudkan untuk mensimulasikan berbagai bentuk “lawan tumbukan” yang ditemui pengendara di jalanan. Di dalam helm tersebut terdapat sebuah accelerometer di dalam sebuah alat yg menyerupai kepala, cmiiw. Dengan adanya accelerometer ini maka memungkinkan utk mengukur berapa besar daya yang diterima oleh kepala sewaktu tumbukan terjadi, tentunya setelah energi tumbukan diserap oleh lapisan2 helm itu sendiri. Satuan pengukur yang biasa digunakan adalah satu “G” atau Gravitational, apabila setelah diukur hasilnya lebih dari 300G maka helm tersebut dinyatakan gagal.

2. Tes Stabilitas Posisi (Roll-Off)

Roll-off Test

Pada tes ini, helm ditempatkan pada posisi menghadap ke bawah pada 135derajat. Di dalam helm tersebut ditempatkan alat berbentuk kepala beserta dagu dan tali pengaman dipasang pada “dagu” itu dalam posisi yang pas. Pada bagian depan helm dipasang kawat agar helm tidak terjatuh, kemudian sebuah kawat besi terpasang pada bagian belakang helm dengan beban sekitar 4kg. Pada saat pengujian, beban tersebut dijatuhkan secara bebas ke bawah.

Helm mungkin akan sedikit bergeser ke depan, tapi tidak boleh terlepas (roll-off) ke depan. Apabila sampai terlepas maka helm dinyatakan tidak lulus uji. Imo, tes ini dimaksudkan apabila pengendara jatuh tersungkur, maka helm tidak boleh bergeser sampai terlepas dari kepala, cmiiw. Karena apabila helm sampai terlepas ketika kita jatuh tersungkur maka akan berakibat fatal.

3. Tes Retensi Dinamis

Tes Retensi Dinamis

Seperti terlihat pada gambar, helm ditempatkan pada kepala mainan lengkap dengan dagu. Tali pengaman helm kemudian dikaitkan di bawah dagu tersebur pada posisi yang pas. Pada dagu tersebut dikaitkan beban seberat 23kg selama lebih kurang 1 menit. Sistem Retensi ini dites dengan cara menggantikan beban 23kg tersebut dan menggantinya dengan beban 38kg serta kemudian dijatuhkan ke arah yang telah ditentukan secara simultan. Sebuah helm dikatakan gagal melalui tes ini apabila helm tersebut tidak dapat menahan beban mekanik atau jika peregangannya melebihi 30mm.
Terdapat beberapa kategori tinggi jarak penjatuhan beban 38kg itu untuk masing2 standar helm. Imho, tes ini dimaksudkan untuk menguji kekuatan dari tali pengaman helm yang terpasang di dagu pengendara. Karena jika terjadi benturan kemudian tali pengaman gagal mempertahankan retensinya apalagi sampai rusak, maka bisa dipastikan jika helm akan terlepas dan kepala pengendara akan terhempas di aspal yang panas dan keras.

4. Test Pelindung Dagu

Tes Pelindung Dagu

Pada tes ini, helm ditempatkan pada sebuah kontruksi yang terbuat dari besi dimana helm akan menghadap ke atas. Dari jarak tertentu untuk setiap standar akan dijatuhkan beban seberat 5kg tepat pada bagian tengah pelindung dagu helm tersebut. Apabila defleksi ke bawah pada pelindung dagu tersebut melebihi ambang batas normal maka helm tersebut dinyatakan tidak lulus uji.
Imho, tes ini adalah yang paling penting karena seperti tampak pada diagram, mayoritas benturan terjadi di daerah dagu. Hal ini dikarenakan apabila terjatuh pengendara motor berada pada suatu garis pararel dengan medan tumbukan (jalan raya), otomatis akan terjatuh ke depan dan bagian dagu lah yang pertama terkena benturan.

Seperti pada diagram di bawah ini, prosentase terbesar lokasi benturan adalah di bagian dagu. Bagian dagu mungkin dirasa kurang vital jika dibandingkan bagian kepala lain akan tetapi dagu secara langsung tersambung di leher. Bagian leher itu sendiri terdapat pembuluh darah yang menyuplai “nutrisi” ke otak, jika otak kekurangan suplai nutrisi maka sedikit demi sedikit sel otak akan mati. Jadi, apakah masih keukeuh memakai helm half-face??

Prosentase Benturan

4. Tes Penetrasi Lapisan Luar

Sebuah besi padat berujung runcing seberat 3kg dijatuhkan pada ketinggian tertentu pada helm yang telah ditempatkan pada sebuah basis yang terbuat dari besi. Helm akan dinyatakan gagal melalusi tes ini apabila tersebut sampai merusak bagian luar helm, apalagi sampai menembus lapisan2 helm dan mengenai “kepala” di dalam helm itu. (sumber : http://www.smf.org/testing )

Selain 4 test di atas, masih ada 2 jenis tes lagi akan tetapi MD tidak jelaskan karena Faceshield Penetration Test dan Flame Resistance Test lebih dikhususkan pada helm balap.

Seperti peribahasa jawa “nggowo rego, nggowo rupo” yang artinya sesuatu yang bagus, pada umumnya akan mahal. Apabila helm dgn “Snell Approved” dirasa terlalu mahal, maka MD sarankan agar setidaknya mas bro semua memilih helm dengan logo SNI yg terpatri di material luar helm bukan hanya sekedar ditempelkan di stiker. Bukankah lebih baik kehilangan beberapa ratus ribu untuk membeli helm daripada kehilangan sebuah kepala??

Silahkan dinikmati sambil mempersiapkan pekerjaan esok hari, Indahnya berbagi…

19 thoughts on “Ketika Kepala hanya berharga 80 ribu perak…!?!! (part-2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s